Pendidikan 

GTP 195, Prof. Hadi S Alikodra : Gerakan Penghijauan Lingkungan Sudah Sangat Langka

berita-dinamika.com (Bogor) – Pakar lingkungan hidup Profesor Hadi S Alikodra yang juga guru besar Institur Pertanian Bogor (IPB) mengatakan gerakan penghijauan lingkungan sudah sangat langka dilakukan masyarakat.

Untuk itu, Prof. Hadi S Alikodra sangat mendukung dan mengapresiasi gerakan penghijauan yang dilakukan secara rutin setiap Minggu oleh aktivis Gerakan Tanam Pohon (GTP), seperti yang dilakukan di Perumahan Taman Yasmin Sektor V, Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, Minggu (11/11/2018).

“Negara maju itu warga merawat satu per satu pohonnya. Makanya taman terlihat indah. Gerakan penghijauan akan mampu menjaga ekologi. Akhirnya kualitas kehidupan pun terbangun,” katanya.

Inisiator GTP Heri Cahyono mengatakan, lahan di perkantoran Kota Bogor sudah semakin sempit. Hampir 90 persen lahan tersebut sudah ditanami pohon oleh GTP. Dirinya berharap pohon tersebut bisa dirawat dengan baik. Gerakan Tanam Pohon (GTP) akan lebih intens menghijaukan lingkungan perumahan. Sebagai langkah awal, GTP melakukan penanaman 15 pohon mahoni di Perumahan Taman Yasmin Sektor V.

“Kemudian kami beralih ke perumahan. Partisipasi masyarakat sangat penting. Untuk program ini, GTP mendapat dukungan dari pakar lingkungan hidup Profesor Hadi S Alikodra yang juga guru besar Institur Pertanian Bogor (IPB),” ungkapnya.

Heri bersyukur mendapat dukungan dari pakar lingkungan hidup berskala internasional sehingga program GTP akan terus berjalan.

“Hampir setiap minggu GTP datangi perumahan. Alhamdulillah partisipasi masyarakat sangat tinggi, kami juga membantu pemerintah dalam upaya penghijauan sehingga Bogor menjadi teduh,” tambahnya.

Terpisah, Ketua RW 10 Perumahan Yasmin Sektor V Imam Muhammadi mengatakan, masyarakat Perumahan Yasmin Sektor V sudah memiliki kesadaran tentang penghijauan lingkungan. Beruntung ada tim GTP yang membantu pelaksanaannya.

“Kami dari dahulu sudah memulai penghijauan, tetapi banyak taman dan pohon yang rusak oleh keberadaan pedagang kaki lima (PKL). Setelah ditanam, kami berharap aparat Satpol PP Kota Bogor membantu menertibkan PKL supaya pohon dan taman tetap terjaga,” pungkasnya. (Nan)

Related posts

Leave a Comment